Bobby Jayanto – Syahban Siregar, SH ( BOS) Tanjungpinang Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri Tak Sulit Mau Maju
Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau mengatakan tak sulit majukan daerah 5 tahun kedepan
Pertama buka akses darat, laut dan udara, untuk angkutan kota AC di beli agar anak sekolah yang tidak ada SIM Wajib gunakan angkot jauh dekat 5.000 dari nol km ke km 6 , anak sekolah 3.000
Kedua RO RO Buka 24 jam Batam ke Bintan biar tumbuh, murah meriah, libatkan pengusaha galangan kapal ikut terlibat, jangan di monopoli oleh ASDP
Ketiga Bandara RHF buka jalur ke Medan, Pekan baru, Padang PP Pagi dan sore hari, murah meriah, ajak pemilik pesawat, Menhub, Dishub
Keempat Proyek Dewan yang di tunjuk atau PL tak perlu lagi, serahkan sama Kepala Daerah yang atur APBD agar ekonomi tumbuh
Kelima bangun Pujasera terbesar di Tepi Laut 5.000 lapak, menghadap ke Pulau Penyengat, bangun indah nyaman sejuk enak murah meriah berkualitas cepat saji
Keenam perijinan semua gratiskan agar mall, pabrik, apartemen tumbuh di Ibu Kota Provinsi ini
Singgarang bangun pabrik dll, Dompak bangun hotel dan lainnya, sehingga PAD naik
Pelantar 1,2,3 beli alat yang canggih , alat bongkar muat sehingga kapal tak lama lama di pelabuhan, habis BBM, hemat efesiensi
Begitu juga pelabuhan batu enam kita jolok 8 senator bangun yang bagus lewat APBN, gudang dll
Bangun bundaran besar batu 6 dan simpang transito, biar tidak macet. Pedagang KUD yang sudah di bangun 76 milyar APBN agar parkir dan pungut lewat SETOR BANK tak perlu ada petugas , 2 bulan berturut turut tak bayar langsung segel oleh Satpol, disperindag
Pujasera, Pamedan buat sekali kali undang artis, hiburan, seni dan lainnya. Kuncinya dialog, komunikasi turun ke bawah dan ajak semua toga, tomas, todat dll. Semua etnis kasih sama setiap tahun 100 juta lewat proposal, sehingga tidak ada anak tiri anak kandung. Bangun gedung etnis, agama, kita bersatu duduk bersama bahas bersama sejahtera bersama. APBN, APBD Kepri bangun yang besar besar.
Tanjung pinang bisa seperti Singapura kedua atau Batam kedua, malu kita ibu kota seperti ini, status sudah sama dengan Medan, Jakarta, Surabaya dll, bahkan 18 Jenderal bertugas di Kepri. Fokus perut, fokus ekonomi, OPD gerak turun layani cepat tuntas, tak tahu warga tuntun mereka, lahan tak ada beli lewat APBD Transparan bijak cerdas cepat tuntas. Jangan tunggu di kantor tapi jemput bola, itulah pejabat wajib panas panas turun ke bawah daerah kumuh dll
