Pemilih Ada Tiga Tingkatan 14 Febuari 2024 ?

Pemilih yang intelektual, ekonomi sudah bagus, itu biasanya diri nya membantu sponsor dana, dan jauh -jauh hari diri nya sudah membaca, memetakan dan tidak tergiur bujuk rayu dll, namun ini hanya 15 persen dari jumlah pemilih yang ada di Indonesia

Ada pemilih yang baru tamat SMU sederajat, biasa nya melihat orang tua, apakah bapak atau ibu yang menghasut atau yang memberikan edukasi, tidak meleset, bahkan ini hanya sekitar 25 persen

Pemilih yang ngambang, mudah di belok kan , ini agak rawan, dia ikut aja, mau duduk, mau terpilih tak penting, ini yang rawan biasanya tim atau si calon mendatangi dor to dor, yang perlu di awasi oleh TNI, POLRI, BAWASLU, dan pihak relawan, atau tim pengawas tanggal 1-28 Febuari 2024 , ini di prediksi 35 persen

Harus ada ketegasan bagi pengawas dan yang kontrol pemilu jurdil transparan berintegritas , Kata Wakil Ketua Bawaslu Kepri Syahban Siregar SH Tahun 2002

Selebihnya nya ngambang, tergantung hasil survey, analisa, kedekatan, sahabat dan pihak yang selalu memberikan mentor dan edukasi atau sering ajak ngopi, makan dan rapat atau pertemuan atau melihat Ketum atau Ketua Partai di daerah

Siapa yang akan memimpin RI sepuluh tahun kedepan ini, apakah Prabowo Subianto ( GOLKAR, PAN, PKB, PBB, GERINDRA) Ganjar Pranowo (PDIP, HANURA, PPP) Anis Baswedan ( NASDEM, DEMOKRAT, PKS) Kita tunggu hasil nya

Namun untuk Caleg DPR, DPD, DPRD PROVINSI, Kab Kota Se Indonesia tidak terpengaruh pada Capres, dia melihat etnis, suku, agama, sahabat, dialog, kepekaan kepedulian dari Figur masing masing di daerah.

Rakyat butuh Kesehatan gratis mau berobat ke RS, Puskesmas, Pendidikan TK- SMU Sederajat Gratis semua baju, spp, dan lain nya bebankan APBN, APBD, SI, SII, SIII Gratis bagi yang juara 1-5 di kampus atau sekolah, setiap tahun di survey di seleksi, mau kaya miskin sama

Akses darat, laut dan udara di buka semua, murah meriah terjangkau tiket, investor masuk, lapangan kerja banyak, kemiskinan berkurang, pinjaman bank BUMN di permudah 10 juta sampai 1 milyar, jangka panjang 5-10 tahun biar naik kelas, tak perlu di bagi ini dan itu, buat regulasi nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *