Natuna Dan Anambas Harus Di Perbanyak Penduduk Dan TNI
Kedaulatan Indonesia bisa terancam di laut Natuna Dan Anambas, di daerah ini Jutaan Ton ikan hilir mudik dan sumber daya alam, minyak dan gas di dasar laut melimpah
Mestinya Presiden RI Joko Widodo terapkan transmigrasi, namun bangun pabrik ikan dan pabrik lain nya, sehingga penduduk di 154 pulau yang hanya 80.000 tidak cukup untuk menghalau
Kogabwilhan I yang berkantor di Dompak Tanjungpinang, Komandan bintang tiga, Koarmada I berkantor di Tanjungpinang, Komandan nya bintang Dua, di perbanyak pasukan di Natuna dan Anambas
Panglima TNI, KSAL pernah jadi Komandan di Kogabwilhan I, tentu sudah faham, tinggal tambah APBN agar alutsista, prajurit di tambah di daerah ini, Kata Wakil Ketua BNPT Kepri Syahban Siregar SH 10 Tahun jabat
95 persen lautan di dua Kabupaten ini, ada 45 Triliun bangun blok minyak, ZEE ada 200 mil
Amerika, Tiongkok, Filipina, Vietnam dan negara lain punya kepentingan besar di daerah ini
Atau buat saja Otorita dua wilayah ini, atau Provinsi Khusus Natuna dan Anambas
Setiap malam jam 20-04 pagi seperti pasar malam di laut lepas, terbukti bila kita pakai kapal dari Kijang Bintan ke Selat Lampa Natuna, malam hari lalu lalang kapal, cari ikan dll
Ikan yang paling murah sampai termahal ada, bahkan UU Cipta Kerja, nelayan di kasih kapal kecil kecil, sementara negara lain atau dari Pulau Jawa, kapal besar besar, canggih, semoga ada solusi DPR, DPD, TNI, POLRI. Agar Natuna, Anambas sehat sejahtera semua.
Ancaman gangguan hambatan tantangan tidak ada lagi, nyaman terkendali, 10 tahun kedepan siapa Presiden Kita, setelah Joko Widodo, semoga lebih baik, lebih nyaman, lebih terhormat, lebih sejahtera, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Bupati Natuna Wan Siswandi, Bupati Anambas Abdul Haris.
