Cerita Ramadhan Di Kepri, Berkah, Lebaran Bahagia

Ada seorang ASN dia semua suku, etnis, agama dia bantu, mau hitam, putih tak jadi masalah, namun rezeki masuk ke segala penjuru, bisnis di luar, orang pasti percaya sama beliau. Ada ASN dia kedekut, medit pelit, begitu pensiun bingung, anak sakit, istri wafat, banyak rintangan yang dia hadapi, berobat sudah ke luar negeri tak juga sembuh.

Ada lagi dia peka peduli, bahkan seperti nabi, royal, namun sayang dia masuk jeruji besi, mungkin dia teledor, sahabat lama dia tinggal, dan dia lupa, lingkungan nya yang membuat dia terlena, mau apa aja dia bisa beli ketika itu.

Ada pengusaha etnis Tionghoa bantu sana sini, tak peduli agama apa, namun harus di sebut, namun dia sehat, banyak rezeki, seperti air mengalir, tak putus putus.

Ada lagi pengusaha hebat kedekut, di usia mendekati 60 hancur berantakan, istri, anak dll sungguh luar biasa, habis di gunakan main judi, Narkoba dll

Ada dia tawaduk, rajin sholat, berzikir, dia beli tanah 30 tahun yang lalu, akhirnya dia beli 10 juta, sekarang 2 milyar, rezeki tak kemana, sejak Provinsi terbentuk, harga tanah melonjak drastis.

Ada lagi diri nya 3 Periode Jabat Dewan, namun kedekut pelit, akhirnya duit nya habis tak berujung, tak tau bisa habis begitu saja, sebab di pundakmu, berapa jumlah penduduk sebegitu lah beban nya, percaya tidak , buktikan.

Ada lagi usaha alam dua geluti, dia orang nya penderma, siapapun yang minta bantu di bantu, mau rumah ibadah dan lain nya, akhirnya dia wafat wangi, senyum, anak nya meneruskan hidup nya hingga sampai sekarang, jaya makmur.

Ada dia seorang petani, kesuh, letih, panas terik matahari, dia tetap tekun, suatu saat dapat ilham, di bisikan ke telinga nya, dia pasang di Singapura, akhirnya kaya raya dia, sekarang dia di Jakarta, sukses, bahkan karpet, AC, dll untuk rumah ibadah dia bantu ketik itu.

Ada lagi dia pembohong , pelit kedekut, suka tipu, namun sampai sekarang hidupnya sengsara, terserah mau pilih yang mana, dulu juga ada istilah, bila mau tinggalkan Kepri, harus buang emas ke Pulau Paku, atau ke Masjid Pulau Penyengat, pertama datang dan terakhir mau ke luar Kepri.

Tapi ternyata semua nya fakta, Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau, sudah 35 tahun tinggal di Tanjungpinang, saya dua kali Calon DPRD Kota, DPRD Kepri tak tembus, iklas, ternyata dua anak jadi ASN, Dan Jaksa tak pakai duit, lulus murni, itulah hidup, dulu era Abdul Manan jadi Bupati Kepulauan Riau 10 tahun, Andi Rivai Siregar Sekda Kepri 10 tahun, apa saja saya minta pasti di kasih, namun tak berujung duit hantu di makan setan, tapi jerih payah kita yang betul betul murni, kerja iklas jujur tak pernah Terima suap 3,5 tahun jadi Wakil Ketua Bawaslu Kepri, itulah yang berkah sampai sekarang, dua unit rumah tersebut.

Boleh percaya atau tidak, lihat aja nanti, memang unik Pulau Bintan ini, sahabat teman, jatuh bangun, macam macam, ada yang kerja barang panas, di dunia dia bahagia di akhirat tak tau lah, tapi ternyata anak anak nya hancur berantakan, tobat, berikan kecerdasan, suka bantu orang, menolong semua agama, berkah sehat kaya raya, buktikan, semoga KDH, DPRD, OPD, VERTIKAL daerah bergerak maju, peka peduli, Insya Allah rakyat bahagia sehat sejahtera, ijin dll gratiskan, jangan di persulit, bila ada sorong nya cepat, semoga, liku liku kehidupan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *