Gubernur Kepri, Bupati Natuna : Golkar, Amsakar, M Nizar Dari Nasdem
Lis Darmansyah Walikota Tanjungpinang dari PDIP, Iskandarsyah Bupati Karimun Dari PKS, Aneng Bupati Anambas dari Demokrat dan Robby Kurniawan Bupati Bintan dari Golkar, Amsakar Walikota Batam dari Nasdem, Cen Sui Lan Bupati Natuna Dari Golkar dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad Dari Golkar
Agak sulit untuk memyatukan, bahkan jarang ada dialog, dulu setiap sebulan sekali ada dialog dengan toga, tomas, todat dll
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan dari Gerindra, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dari Gerindra
Bahkan hampir semua kab kota depisit dan tunda bayar, terkecuali Batam. Bahkan TPP, PPPK sampai hari ini belum di bayarkan
Kogabwilhan I Bintang tiga, Koarmada I bintang dua, Kapolda bintang dua, Kajati bintang dua, untuk bintang satu : ada Korem, Wakapolda, Lantamal IV,Waka Kejati, BNN, BIN, belum lagi SAR, Kanwilham, Pengadilan tinggi, Pengadilan tinggi agama, Waka Koarmada I bintang satu, untuk bintang Dua ada Waka Kogobawilhan, bintang satu ada 7 , Kolonel mungkin ada 70
APBN, APBD PROV, KAB KOTA SE KEPRI setiap tahunnya mungkin ada masuk sekitar 17 Triliun
Wisatawan luar negeribdan wisatawan Domestik 70 persen masuk dan nginap di hotel dll ada di Batam, pabrik, galangan kapal, bandara terbesar, pelabuhan tercanggih semua ada di Batam
Pulau Bintan jarak ujung ke ujung hanya 75 Km ada 3 Kepala Daerah dan 100 DPRD nya.
Dulu Lobam, Lagoi yang di bangun oleh Soeharto maju, sekarang lesuh.
Pertama tiket mahal, RO RO hanya jam 16.30 sudah tutup mestinya buka 24 jam, tiket murah meriah, PAD masuk, lintas barat pasti banyak bangunan
DANANTARA duit banyak ada ribuan triliun tapi tak ada yang mau buat DED, RAB yang bangun pusat.
Yang berputar duit gaji dll dari TNI, POLRI, ASN, PPPK tanggal 10 keatas sudah sepi lesuh anjlok
Namun heran juga mobil di dialer, motor terbaru habis terus, bahkan rumah baru pemerataan lahan sudah laku, yang harga di bawah 200 juta.
Setiap sabtu, minggu hari besar berbondong bondong ke Batam, Singapura, Malaysia. Mungkin karena Pulau Bintan tidak ada diskotik besar, swalayan besar, mall besar, tempat tak banyak pilihan. Di Batam semua ada, banyak pilihan.
Mestinya 3 Kepala Daerah bila kompak bersatu, agak ikat pinggang saja DPRD, OPD, bangun pujasera besar 5.000 lapak, beli tanah warga 500 hektar, bangun pabrik mini sedang, UMKM dll pasti tumbuh. Investor siapkan lahan, ijin dll gratis semua, asal betul, asal ada jaminan di Bank, contoh Batam satu jam tuntas ijin dll.
Kasarnya imvestor cukup bawa KTP dan siap semua, duduk aja di hotel mewah investor, jadi semua ijin dll.
BUMD selalu rugi, sudah banyak duit di suntik dari APBD. Pasar KUD blok A, B, C sepi, swasta bangun ramai Mr Suryono.
Bila setiap tahun 1 Triliun bangun untuk pabrik dll, mungkin ketika kondisi saat ini, PAD bisa naik, tinggal pungut. Atau Kajati, Waka, Kajari yang baru ini audit investigasi dulu semua, jangan dulu berhubungan, jangan ada karangan bunga, jangan dulu buka HP, cukup ajd dll yang telpon pasti ketahuan nanti. Proyek kemana, dana proposal kemana, mou, dana di Kesra, Kesbang, Sekwan dll kemana, sehingga ketahuan mengalir, sita dokumen audit seminggu pasti ketahuan, semoga, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau. Waka BNPT Kepri 6 Tahun, Intel Daerah Kepri 6 Tahun.
