APBN Untuk Menhan 167,4 Triliun, Polri 109,67 Triliun
Untuk Menteri riset tehnologi dan perguruan tinggi sebesar 55.045.000.000.000 untuk Menteri dasar dan menengah 33.065.000.000.000
Untuk Menteri Keuangan RI 47.013.000.000.000,Untuk badan gizi nasional makan gratis sebesar 217.086.000.000.000
Untuk Kementerian PU sebesar 70.086.000.000.000,Menkes 104,35 Triliun, Menko AHY tambahan 200 milyar, Menko Pangan 272 milyar
Komdigi tambahan 12,65 milyar, BP Haji 179,7 milyar, Mensos tambahan 1,19 triliun
Menkopolkam tambahan 728,8 milyar, Yusril Menko hukum ham imigrasi dan pemasrakatan tambahan 100,6 milyar APBN TAHUN 2026 SEBESAR 1.157.077.000.000.000
Dana pokir dan reses DPR, DPD, DPRD PROV KAB KOTA SE INDONESIA katakan gaji per orang sebulan dll sekitar 100-30 juta kalikan berapa ribu orang, contoh di Pulau Bintan ada 100 orang x 30 juta per bulan belum lagi dana reses dan pokir, SPPD, kunker dll mungkin ada 700 milyar.
Kurang fokus bangun gudang, pendingin, beli gabah 6.500 per kg, jagung 5.500 per kg wajib beli, bibit ikan, pupuk, buka lahan baru, bangun rumah miskin tive 36 dan bedah rumah, bangun jalan kecamatan, kelurahan, desa pasti bahagia rakyat Indonesia, beli kapal RO RO 24 Jam bintan, batam, karimun, selat panjang, bengkalis, dumai PP tiket murah meriah
Duit yang di sita JAKSA, POLRI, KPK serahkan ke Kajati, yang bangun TNI, POLRI, warga sekitar pasti jutaan rumah terbangun. Belum lagi yang kerja warga sekitar, kasih insentif. SI, II, SIII Gratiskan bagi yang juara 1-10 di masing masing kampus, SMU, SMK yang juara umum wajib masuk BUMN 1-3 tanpa tes biar motivasi.
Gotong royong niat tulus iklas jujur tidak korupsi pasti bagus. Terus di kontrol di awasi.
PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO PUNYA KEWENANGAN KEPPRES, PERPRES, PERPPU Dan lainnya, yang tidak becus kinerja nya ABS segera COPOT. Menteri, Wamen, Dirjen, Dirut turun ke lapangan, wilayah kumuh, gang sempit, tanpa bebani duit APBD. TNI, POLRI, BC Basmi semua penyeludupan, korupsi, senpi ilegal, terorisme dll. Ijin dll wajib tuntas maksimal lima hari, investor masuk, jaminan keamanan. Tidak ada lagi begal, tanah, sawit dll di sita segera serahkan ke Koperasi Merah Putih. Negara luar sudah segan hormat, investor masuk, kuncinya ASN, PPPK kerja cepat tuntas, awasi terus oleh KEPALA DAERAH, Presiden tinggal vidio call, wa dll alat sudah canggih. Penulis Syahban Siregar SH 37 Tahun jadi Wartawan di Kepri, Waka Bawaslu Kepri 2002.
