Prabowo Subianto, APBN Tahun 2026
Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun 2026 yakni : Polisi Republik Indonesia 109.067.000.000.000,-Untuk Pertahanan Negara 167,4 Triliun, Untuk Badan gizi nasional 217,86 triliun
Untuk pendidikan dasar dan menengah 33,65 triliun, untuk pendidikan menengah tinggi dan riset tehnologi sebesar 55,45 triliun, untuk pekerjaan umum 70,85 triliun
Kementerian sosial sebesar 76,04 triliun , Kementerian agama 75,21 triliun, semoga jemaah haji tahun 2026 bisa murah tiket dan ongkos nya, sepanjang sembako, makan minum di pasok dari Indonesia
Kementerian kesehatan 104,35 milyar, semoga Semua WNI gratis berobat di Puskesmas, RSUD Milik negara, siapapun dia, suku apapun dia, agama apapun dia, perawat, dokter senyum ramah sopan, masuk pasien bagaimana bisa sembuh.
Anak anak sekolah di bina di didik di edukasi cara sehat, cara taat hukum, kejari masuk sekolah, kejati masuk kampus
Pendapatan negara 11,71 persen belanja 14,19 persen, depisit 2,48 persen, pertumbuhan ekonomi 5,2 persen dollar antara 16.500-16900
Kemiskinan 6,5 persen di tekan, gotong royong jalan, rehab sekolah ajak warga sekitar kasih gaji harian pasti bagus, buka akses darat laut dan udara tiket murah meriah, subsidi bbm APBN, APBD
Pengangguran 4,44 persen, buka pabrik mini sedang fokus ekonomi, SPPD OPD, DPRD, KDH cukup wilayah provinsi saja, di larang keras ke luar daerah dulu
Indek modal manusia 0,56 persen buat pelatihan di gedung negara, aula dll, bila perlu warga perbatasan buat paspor, buku pelaut, sertipikat yang di butuhkan di luar negeri cukup di keluarkan oleh daerah itu di ibu kota provinsi buat kantor satu atap.
Kementerian dan lembaga vertikal ada 256,1 triliun, transfer daerah 50.059.000.000.000,-
Kejagung RI ada duit dan aset bisa di jual yang sudah di sita yakni ASABRI, TASPEN, PERTAMINA, DUTA PALMA, milik dl sitorus, ada timah, ada uang sisa pulsa, ada dana hibah, dana pokir dewan, ada kasus besar lainnya, begitu juga KPK RI, Bareskrim segera bangun rumah susun dan tive 36 yang kerja TNI, POLRI, SATPOL dan warga sekitar, tanah di hibah dari gubernur pasti bahagia makmur
Yang tidak sejalan, penghianat, tidak patuh tidak peka peduli, tidak loyal sama Presiden Prabowo Subianto segera COPOT menteri, wamen, dubes, dirjen, dirut. Bersatu maju, sering turun ke daerah. Presiden cukup vidio call, wa dan daring sama Kepala Daerah, yang tak becus segera di tegur. Eselon II, III, IV dll harus berjenjang, gunakan AKMIL, AKPOL, IPDN, LAN DLL sesuai job masing masing. Jangan guru jadi kepala dinas dan lainnya. Badan pengangkatan jabatan harus di aktifkan kembali.
LAGOI, LOBAM dulu mou sama Soeharto maju, sekarang banyak kabur ke Vietnam, karena regulasi tumpang tindih kewenangan, dirjen BC DJAKA BUDI ayo ajak pasukan elit TNI basmi penyeludupan, yang tidak SNI dll sikat basmi.
Rakyat butuh lapangan kerja banyak, pengangguran berkurang, kepala bank, ka kredit BUMN datangi lihat bantu administrasi nya, segera cairkan, bawa print out, IT dan materai langsung cairkan tanpa ada minta ini dan itu. Penulis Syahban Siregar SH Wartawan 37 Tahun di Kepri.
