PT BAI, Pekerja Tertimpa Beton

PT Bintan Alumina Indonesia sejak awal pembebasan lahan, pembangunan gedung sampai operasional, dari tanah di olah jadi buat pesawat, mobil, motor dan lainnya, hal ini telah banyak kejadian aneh aneh, mulai lahan ada masalah ketika itu, pembangunan ada juga yang mati dan sekarang ini RK lagi di Rumah Sakit km 8 RSUP

Dulu Mr Santoni yang kelola 100 persen, sekarang sudah banyak saham, bahkan menurut pekerja sudah pihak Tiongkok sebagian besar di areal PT BAI, Tenaga kerja asing juga banyak.

Bahkan jam 23-05 pelabuhan khusus ini tidak boleh orang sebarangan masuk lalu lalang di areal ini, tak tahu apa yang di bongkar di muat dll.

Syahban Siregar SH Waka BNPT Kepri 6 tahun pernah kami telusuri di areal ini lewat perairan bersama BNPT PUSAT, namun keburu pensiun orang itu

Pamgdam, Kapolda, Danrem, Dan lainnya biasanya HARI IMLEK PASTI datang ke rumah Mr Santoni, belum lagi Gubernur baru baru ini beliau datang langsung ke rumah pribadi Gubernur

Joko Widodo dan Luhut pernah singgah ke Pabrik PT BAI. Prabowo Subianto belum datang. Jaringan sangat luas. Kedekatan dengan pejabat daerah dan pusat luar biasa. 37 tahun Syahban Siregar SH Jadi Wartawan, dulu paling takut, sekarang dia tak peduli dengan orang orang lama, setiap pejabat baru karangan bunga paling depan, ada swalayan dan lainnya.

Sudah ribuan hektar yang di bebaskan di Galang Batang dua Kecamatan, bintim dan gunung kijang, sebelah dulu pabrik kertas sekarang sudah tutup.

Sebelah nya lagi ada tambang pasir terbesar sekarang sudah tutup . Ketika paska tambang bauksit ada dana DJPL 168 Milyar raib, di bank tak ada, angka ada. Eks Kades di situ sudah 3 jadi DPRD ayah, istri dan anak nya.

PRABOWO SUBIANTO BILANG SEGERA TAUBAT, SEGERA MERAPAT KE HAMBALANG, ISTANA NEGARA, KEMBALIKAN BILA TIDAK KAU KUSIKAT,AKAN KUSIAPKAN PENJARA DI PULAU YANG TIDAK ADA PENGHUNI NYA, YANG BANYAK IKAN HIU DI KAB NATUNA. KITA TUNGGU GEBRAKAN APH?…. PELAYAN RAKYAT….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *