BUMD 50 Persen Sakit, Honorer Ke PPPK?
Mendagri Tito Karnavian mengatakan Badan Usaha Milik Daerah di Indonesia hampir 50 persen sakit, banyak titipan oknum dan banyak honorer beban APBD
Tito juga mengatakan Honorer sudah di hapus tahun 2025 , tidak ada lagi, selama ini banyak titipan oknum pejabat
Bahkan mau pilkada di jadikan alat, hal ini segera semua di data, di audit investigasi oleh Aparat Penegak Hukum Kejati, Polda di daerah
Contoh PT BIS BUMD Bintan sudah lama di suntik namun masih merugi terus, lebih baik di jual saja, serahkan ke swasta
Mengelola PASAR KAWAL, BAREK MOTOR, SPBU Batu hitam, suka berenang, hotel Tanjungpinang dan lainnya, namun beban tenaga honorer terlalu banyak, DPRD juga menyoroti hal ini, eks Dirut BUMD juga sudah masuk jeruji besi, bila ini nyanyi mungkin akan banyak yang lainnya, turut serta, bersubahat dan lainnya. APH terus audit investigasi, Ansar Ahmad Gubernur, Ketua DPRD Iman Sutiawan dkk terus telusuri aset ini. Bahkan PT Pelabuhan di suntik dana lagi, hal ini akan di lakukan pendataan.
BUMD Tanjungpinang juga seperti itu, APBN sudah bangun pasar 76 milyar masih merugi, masih kosong blok C, kurang ada ketegasan. Semoga ada pengawas melekat dari Aspidsus Kejati.
