Puluhan Tahun Pasar Merugi? BUMD Atau Swastakan?
Pasar KUD selama ini yang di pungut retribusi sewa lapak, parkir dan lainnya lewat bank mana, berapa setahun dapat nya, puluhan tahun sudah, harus di audit investigasi dulu oleh Aparat Penegak Hukum
Blok A, B, C telah di bangun 76 milyar lewat duit rakyat APBN Pusat
Sementara ketika di robohkan gedung Blok A, B, C ada puluhan ton besi dan ribuan lembar asbes dll , duit nya kemana atau hilang atau dugaan oknum ini harus di usut tuntas
Sehingga gedung yang di bangun oleh Joko Widodo ini benar benar bersih, pengurus kalau memang merugi terus lebih baik di bubarkan saja BUMD nya
Gaji besar, biaya operasional besar, yang di pungut ribuan lapak, di suntik terus dana, tapi rugi, segera Kejari, Kejati proses, audit investigasi pasti ketahuan
Pj Walikota Hasan segera tindak tegas, buat yang bagus tertata, bahkan untuk merapikan ketika itu Satpol dan lainnya, BUMD hanya tinggal pungut pun tak mampu
Pedagang cukup setor lewat bank saja, dua bulan tak setor ambil alih, cukup petugas di pasar, lapak, akau dll TNI, POLRI, SATPOL tak perlu ada petugas yang pungut, gunakan manual
Gubernur Kepri yang baru Januari 2025 sudah di lantik : segera bangun lapak 5.000 di tepi laut, menghadap ke pulau penyegat, murah meriah senyum cepat tuntas
Bangun RO RO 24 Jam batam ke bintan, motor 20.000 mobil 100.000 sudah untung swasta, cepat sampai lagi, sekarang 275.000 sekali jalan mahal?
Ansar Ahmad Gubernur gagal bangun FI Di Lagoi, gratiskan SMU sederajat gagal, janji motor berikan RT, RW gagal, bangun jembatan babin gagal, tiang sebiji pun belum ada
Akses bandara Tanjungpinang ke Medan, Pekan baru, Padang PP gagal, padahal 40 milyar bangun taman, fly over bangun 60 milyar cukup untuk alihkan untuk ijin dll gratiskan, fokus bangun pabrik dll, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau
Dana media, bansos, hibah dll ada ratusan milyar audit investigasi, umumkan pasti seminggu ketahuan, dugaan laporan fiktif, semoga APH : KPK, Kapolda, Kajati segera audit investigasi, umumkan siapa yang nikmati duit rakyat ini.
