Kenapa Setiap Pergantian Kepala Daerah Tak Mau Melanjutkan Pembangunan
Dulu Zaman Ismeth Abdullah bangun Masjid Dompak, padahal megah mewah indah nyaman
Sementara rehab pun tak mau, merawat, justru yang sudah bagus di bongkar di poles kembali, contoh di km 10 lewat APBD
Sementara Masjid Dompak, keramik pecah, bocor, dan cat terlihat kumuh, ilalang banyak, kurang terawat
Bahkan Ansar Ahmad bangun fly over 60 milyar kurang berfungsi, lebih baik dia buat bundaran besar tak perlu ada lampu merah di simpang batu 6 dan simpang transito
Sehingga motor dan mobil ikuti alur, bundaran, tinggal copy paste di Dompak ada 16 bundaran besar
Taman bandara 40 milyar, lebih baik di alihkan ke akses Bandara RHF Tanjungpinang ke Medan, Pekan baru, Padang PP , murah meriah terjangkau, ekonomi berputar
FI Di Lagoi gagal, rencana untuk atena balap motor di prakarsai oleh Bambang S, Jembatan Batam ke Bintan tak jadi, bulan Januari 2025 sudah ada Gubernur terbaru di lantik
RO RO 24 Jam Batam ke Bintan, Karimun ke Riau tak jadi
Bila 45 orang DPRD Kepri, satu anggota dewan 4 milyar x 5 tahun sudah banyak paket yang besar bermanfaat, cukup serahkan duitnya ke Gubernur
Contoh bangun Pujasera 5.000 lapak menghadap ke Pulau Penyengat, enak murah meriah senyum sapa cepat tuntas. Pasar 76 milyar tak kunjung di tempati
Dari Koarmada I Ke Pelantar 3 ada jarak hanya 2,5 km anggaran untuk bangun sudah 1,5 Triliun, PAD tak masuk.
Beli angkutan kota AC, Jauh dekat 5.000 pasti tumbuh ramai, seperti dulu ngetop angkot. Jauh dekat dari nol km sampai km 6 harga 5.000 jauh dekat, Wajib pelajar naik angkot bagi yang tidak punya SIM
Lintas barat kiri kanan masih hutan, mubajir jalan ratusan milyar sudah di bangun APBN, APBD tak masuk PAD. Ijin dll di persulit, sertipikat ini boleh ini tak boleh, katanya hutan lindung, kasus 100 hektar tunggu usai lebaran di ungkap oleh Polda dan Kejati Kepri
Bansos, hibah, mou, proposal, dana Media ada ratusan milyar tak tahu kemana, wajib di audit investigasi Ketua, Sekretaris, Bendahara, pasti seminggu ketahuan, Kajati Kepri Teguh Subroto SH MH harus ada gebrakan nyata bersama Irjen Pol Yan Fitri, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau.
