Bawaslu, KPU, TNI, POLRI, JAKSA Sudah Tegas, Politik Uang Caleg Terbukti Langsung Di Coret?
Hati hati, waspada bukan zaman lagi politik uang, bila habis 300 juta-3 milyar, di pastikan tidak akan berkerja sungguh sungguh, balik modal, keluarga dan kawan kawan, datang duduk diam duit teken
Bagi caleg harus bisa edukasi, cerdaskan warga yang punya hak pilih, mau 150,- di harga kan selama lima tahun
Bila ada DPR, DPD, DPRD PROVINSI, KAB KOTA yang HP Mati, tak mau tau lagi, tak peduli, memperkaya diri, balik modal, di jumpai sulit selama lima tahun, ini lah saat nya hukuman bagi dewan yang tidak peka peduli
Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan 2-11 Januari 2024 PPLN hal ini untuk PPN 14-15 Febuari 2024.
Ada RS di Batam calon DPD RI lagi di periksa oleh Gakumdu, terkait politik uang, di Sulsel di Bulu poddo, ada dugaan pemasangan baleho oknum camat, kata M Arsal Arifin Ketua Bawaslu
Di minta RT, RW, LURAH,DESA,CAMAT bila ada Caleg kampanye sampai 10/2/2024 biarkan saja, sosialisasi, sepanjang tidak politik uang
Dan KPU di daerah jangan ada lagi suara caleg di jual oleh internal, atau parpol lainnya, apa adanya transparan, kalau hasil Caleg A 10 di TPS itu ya itu lah hasil di KPU, jangan ada lagi 10 jadi 100 , atau 10 jadi 1
Gakumdu tegas, hasil di TPS sampaikan langsung ke Ketum Partai biar jelas semua , foto dan komputer, alat beli yang canggih untuk simpan data dll , semua Ketum Partai , Kata Waka Bawaslu Kepri Syahban Siregar SH Lima Tahun
TNI, POLRI, SATPOL, BAWASLU, RT, RW, LURAH, KADES berikan yang terbaik, apa adanya, kalau ada curang, langsung tindak tegas, bila perlu di copot dari jabatan nya
Demokrasi wajib bahagia tegas lugas transparan. Bagi suara terbanyak terpilih, dia jadi Ketua, nomor 2 jadi sekretaris, nomor 3 jadi bendahara di setiap pengurus di tingkat kab kota, provinsi, langsung di SK Kan oleh Ketum
76 Triliun bila dua putaran, bila satu putaran mungkin hanya 40 triliun, sisanya bisa bangun rumah gratis bagi warga miskin
Pemilih ada tiga tingkatan, ada yang ujung ujung uang, logistik dll, ada yang melihat rekam jejak, justru membantu Caleg lewat finansial dan dia milih kita, ada 10 persen tak mau tahu, dia libur dia justru tak memilih, bahkan bila terpilih dia pula yang sibuk, dia pula yang nikmati
Warga harus cerdas, cermat, ingat 14 Febuari 2024 , jangan salah memilih, maka sengsara selamanya, kalau CALEG karena banyak calon LIHAT AGAMA, ETNIS, SUKU, REKAM JEJAK DLL, Beda Pilkada calon hanya 3 , semoga wawasan luas. Justru kebijakan APBN, APBD di kendalikan oleh Dewan atau Partai, Kata Waka BNPT Kepri 5 Tahun era Tito Karnavian , Syahban Siregar SH.
