Presiden RI Joko Widodo, Di Saat Rakyat Sulit, Pamer Kuasa, Pamer Harta, Hedonis
Padahal Presiden RI Joko Widodo sudah sering kunjungi pasar, daerah kumuh, pantai, petani, daerah bencana dll
Rakyat marah, akibat ulah dari oknum oknum yang pamer harta, pamer kuasa, harta di tunjukan ke FB, dan lain nya
Eko dan Alun dari Kemenkeu sudah di audit investigasi oleh Menkeu dan Menkopolhukam
Semoga para Kementerian sering sering kunjungi rumah bawahan, agar tahu, di tanya sama tetangga nya, sehingga bisa di evaluasi
Rakyat butuh Semua RS, Puskesmas milik Pemerintah gratiskan semua berobat WNI mau punya ktp atau tidak, atau BPJS, atau jamkesda, atau APBN, APBD
Begitu juga TK – SMU gratiskan baju, celana, buku, spp dll, ternyata Tannungpinang bisa SD-SMP gratis
SI, SII, SIII yang juara 1-5 saja yang di gratiskan, agar termotivasi yang lain, bukan karena kedekatan dengan OPD, KDH, DPRD sehingga murni adanya, fokus cipta lapangan kerja, ijin dll gratiskan bebankan APBN, APBD
Jalan mulus, akses darat, laut dan udara di buka semua, sehingga warga bahagia. Lihatlah proposal, hibah, media ada yang dapat ada yang tidak pernah sama sekali, harus dekat harus pro, yang kontra di buang ke tong sampah, sungguh, semoga Presiden Tegas lugas, buat Keppres nya, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau
Bila perlu hasil nelayan, petani beli langsung lewat TNI, agar di bawa ke pasar, kita lihat harga ikan di Anambas 4.000 per kg sampai di Tanjungpinang 40.000
Harga Padi 2.000 sampai di swalayan beras di jual 15.000 per kg, artinya ada monopoli, sebab TNI punya angkutan lengkap darat, laut dan udara. Begitu juga cabe di Berastagi Sumut 25.000 per kg di Tanjungpinang 60.000 per kg. Semoga ini yang harus di ubah, buat Keppres. Begitu juga jalan desa, banyak hancur, mestinya kerja sama TNI, POLRI, warga sekitar gotong royong duit desa, Dana reses, pokir dewan, APBD dll
Bangun Rumah susun 34 lantai, 34 Provinsi, tive 36 , tanpa uang muka, per bulan 150.000 selama 30 tahun di kenang, duit tangkapan, sitaan, yang bangun TNI, POLRI, warga sekitar, patungan APBN, APBD pasti bahagia. Tanah dan bahan bisa patungan KDH, DPRD, Pengusaha, kunci nya niat tulus iklas jujur tidak Serakah Tamak Rakus pasti NKRI sehat sejahtera.
Begitu juga bauksit, atau tanah di olah jadi besi dll di Bintan, mestinya warga libatkan, bisa keruk tanah jual ke pabrik PT BAI. Rakyat dapat imbasnya.
