Pilihan Capres Dan Caleg Tidak Linier
Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau mengatakan beda pilihan Capres mayoritas ingin memilih Prabowo Subianto -Khofifah, suara kedua Ganjar -Ridwan Kamil, Suara Ketiga Anis-Khofifah
Namun bila mau memilih secara terbuka banyak yang ingin memilih Golkar, Nasdem, PDIP dll
Bila tertutup itu tergantung Ketua, Sekretaris, Bendahara Parpol
Bisa saja pilihan Capres dari Gerindra, namun pilihan Caleg beda Golkar, Nasdem, PDIP dll
Tergantung figur dan modal besar untuk mau menang, untuk Capres minimal 1 Triliun, Caleg DPR, DPD minimal 1 milyar, untuk DPRD Provinsi minimal 500 juta, untuk Kab Kota minimal 250 juta tergantung jumlah pemilih di daerah
Begitu juga gaji dll DPD, DPR sebulan sekitar 60-150 juta, begitu juga DPRD Provinsi sebesar 25-70 juta sebulan, pinjaman bisa 1 milyar
Begitu juga DPRD Kab Kota minimal 15-60 juta sebulan tergantung Pendapatan Asli Daerah, belum lagi reses, pokir dll bisa dapat 1-40 milyar tergantung tingkatan Kab Kota , provinsi dan Kab Kota
Ketum Partai sebagian kurang tegas, sebagian tidak bisa gratiskan biaya ADM ke Caleg
Bahkan mou banyak tak berlaku setelah duduk, selamat tinggal
Sebelum duduk manis cakap nya
Ada juga yang konsisten, itu lah yang bertahan, namun harta tak banyak, cukup untuk makan, minum, istri dan anak.
Tergantung amanah jujur atau pembohong.
Ada yang Rakus Serakah Tamak, pensiun tak duduk lagi, duit pun habis tak tau kemana pergi, macam macam yang datang musibah dll
Sebab dia duduk dari suara rakyat, manusia yang di janjikan, berat jadi dewan bila di kaji. Namun bila syur syur nya aja, model panjat pinang ya sulit.
Saatnya rakyat yang punya hak pilih menentukan pilihan nya lima tahun kedepan baik itu Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, DPR, DPD, DPRD dll
Ada tiga tingkatan pemilih ini, macam macam permintaan, bila sudah habis 5 milyar ya tutup pintu, tak mau tau lagi, peduli amat. Tapi kalau wajar habis nya, maka dia bisa amanah. Tergantung sipat, ada yang sudah jadi makin peka peduli, ada yang belum jadi peka peduli, setelah duduk lupa diri
Syahban Siregar SH Pernah Caleg DPRD Tanjungpinang, DPRD Provinsi, Pernah lima tahun jadi RT, Pernah 4 tahun jadi Waka Bawaslu Kepri , 10 Tahun Staf Ahli, 10 Tahun Waka di BNPT Kepri, Intel Daerah 5 Tahun, hal ini mau ingin tau aja semua, itu lah fakta nya.
Caleg di Kepri sudah muncul wajah baru Ismeth Abdullah, Isdianto, Huzrin, Masakan, Marlin Agustina, Rahma, Riski Faisal, Gerry Yasid, Calon DPD, DPR RI Dan 8 senator juga ikut kembali
Caleg Prov ada Hotasi, Ria Ukur, Sahroni, Agung Ketua PKK, Juni , Hamalis,Amrialis,Iwan, Aba, Kande, Irsadul dll hanya lima yang di ambil dapil Tanjungpinang
Untuk Kota banyak yang muncul setiap RW ada Caleg, yang di ambil 30 orang. Wajah baru 60 % , wajah lama yang duduk lagi 40 % tergantung, masih ada waktu. Integritas, Kapabilitas, Koneksitas, Finansial, Retak Tangan. Tuhan, Adab, Persatuan, Musyawarah, Adil. Ada lagi istilah Penguasa, Pengusaha, Rakyat, APH, Mahasiswa. Kita tunggu 14 Febuari 2024 sudah terpilih jam 20 malam.
Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, KAPOLRI sudah tegas yang ikut ikutan prajurit sosialisasi sanksi tegas, harus netral jujur tegas, Komandan di daerah sering sering datangi rumah prajurit tanpa pemberitahuan. Bawaslu, TNI, POLRI akan tangkap sembako, duit bila bagi bagi, setelah itu di kembalikan ke Caleg 15 Febuari 2024.
Biar Pemilih kita cerdas, biarlah dikit yang datang ke TPS sepanjang cerdas bijak dan mau memberikan yang berintegritas, ketimbang banyak datang tapi tidak murni lagi, akibat faktor X, semoga Indonesia lebih maju sehat sejahtera. Presiden RI Joko Widodo segera buat Keppres bangun rumah susun 34 lantai di 34 Prov, patungan duit APBN, APBD, Pengusaha, tive 36 , tanpa uang muka, per bulan 150.000 selama 30 tahun, pasti bisa, yang kerja TNI, POLRI warga sekitar. 11 bahan pokok wajib stabil harga, stok cukup, lapangan kerja banyak, aman nyaman sehat. Basmi Narkoba, senpi ilegal, terorisme. Propam, POM AD, AL, AU terus razia prajurit, edukasi, hal ini sudah ada perintah Panglima TNI Yudho Margono.
