KPK RI Masih Garang Atau Sudah Loyo?
Ketua KPK RI Firli Bahuri dkk terus berupaya membangun sistem, namun sulit karena oknum oknum masih banyak yang tidak menginginkan adanya Pemerintahan yang bersih bebas dari KKN
Sejak Nopember 2022 ini sudah yang di Eksekusi 99 orang, Sudah di Vonis 121 orang, 116 Penyidikan, 112 Penyelidikan, 115 pelaku korupsi, lagi di sidang ada 108 , yang di selamatkan 494 milyar, APBN untuk KPK RI setahun sekitar 1,8 Triliun, personil sekitar 1700 orang, gedung sudah megah
Hambali Hutasuhut SH MH, Syahrial Lubis dkk melaporkan tentang tambang bauksit, hasil temuan BPK RI 122.128.445.363 tentang paska tambang, tim sebut 133 milyar, sisa saldo di BPR Bestari 20 milyar, BPR Bintan 17 milyar, artinya kantor beda, namun sama sama di Bintan center Tanjungpinang, beda managemen
Yang bisa mengeluarkan dana itu harus Eks Bupati Bintan 10 tahun menjabat, yang sekarang jadi Gubernur Kepri.
Mestinya duit itu untuk timbun kembali yang sudah di bali, dan penghijauan, atau buat wisata dll
Bahkan dana CSR setiap tahun di Kepri, 10 % keuntungan wajib di berikan ke warga, ini juga tidak transparan baik itu Bank, Swasta dan tambang lain nya
Belum lagi minyak dll, ada tambang pasir darat, laut, emas, timah, batu bara dll
Bahkan sekarang ini di kelola di Gunung Kijang Bintan sudah ada PT BAI dari bauksit bisa jadi besi, satu ton bauksit menghasilan satu unit motor , sementara satu ton hanya 18 dollar ketika itu, kondisi saat ini dia yang cari, dia yang tambang, dia juga yang punya pabrik, rakyat menonton?
Mestinya warga bawa keranjang, gali, bisa jual ke PT BAI pernah kg berapa, sehingga rakyat bisa makan.
TNI, POLRI di Kepri sudah ada 15 Jenderal, belum lagi vertikal daerah Kejati, Kejari, Kanwil, dll
Ada sekitar 10.000 personil, kalau dulu hanya setingkat Letkol Polres dan Dandim dll , APBD setahun hanya 300 milyar ketika itu, yang jahat Kolonel TNI AD Abdul Manan Saiman , bisa ramai tumbuh maju, buka semua ketika itu
Sekarang 17 Triliun setahun, masih juga susah, jerit, penduduk banyak yang miskin, gantung diri, tak makan dll, wilayah sama, apa sebab mungkin swasta tak tumbuh , ijin dll mestinya gratis cepat tuntas, proyek ada dugaan di monopoli, contoh ada satu Dinas dari A-L sudah dia semua.
Bila mau ungkap tak sulit, niat tulus iklas tidak perlu ada sponsor dll, sita dokumen, audit investigasi, pasti ketahuan alur cerita nya.
19 tersangka kasus mafia tanah di lintas barat pintu masuk lokasi Bintan, 9 terdakwa kasus tambang ketika itu, buka kembali BAP pintu masuk, kasus Azirwan ketika itu Sekda Bintan yang masuk jeruji besi bersama oknum DPR RI Al Amin yang di tangkap KPK RI ketika itu, pintu masuk, Apri Sujadi Bupati Bintan ketika itu, di tangkap KPK RI juga pintu masuk.
Kondisi sekarang Polda Kepri sudah tetapkan 4 tersangka bansos dispora, sebelum nya 6 di sidang. Kejati Kepri ungkap kasus Dermaga kampung Bugis 34 milyar, pelabuhan rebah, TPA Tanjung Uban, Jembatan tanah Merah.
KPK, Kejati, Polda, BPK, BPKP, Irwasda, 45 DPRD turut awasi kontrol proyek tahun ini banyak tak siap, semoga tuntas. Dari Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau. Kunci nya jangan Serakah Tamak Rakus, berbagi , peka peduli, turun langsung, datangi, dialog, insya Allah. Sudah dua Gubernur masuk jeruji besi ketika itu,,, semoga?
