Duit Korupsi Dianggap Rezeki Di Kepri
Kajati Kepri Gerry Yasid SH MH, Kapolda Kepri Irjen Pol Aries Budiman telah ungkap kasus kasus di Kepulauan Riau
Kasus Dua tersangka di Natuna belum tuntas?
Kasus dua pengusaha di obok obok rumah nya belum tuntas oleh KPK RI
Kasus 14 Puskesmas Bintan, ramai ramai kembalikan duit ke Kejari
Kasus Bansos Dispora Kepri ada 40 Ormas ilegal sudah 6 tersangka, kerugian 6,2 milyar
Kasus Tambang sudah di vonis namun masih ada yang mengganjal di BAP di sebut tapi bebas
Kasus Bupati Non Aktif Apri Sujadi dan Umar belum di vonis, yang di sebut banyak di BAP KPK RI, cukai rokok 240 milyar
Kasus TPP Wako dan Wawako 2,3 milyar kabar nya di SP3
Kasus SPPD Fiktif dan makan minum telah banyak di periksa Dewan dan mantan Dewan, kabar nya di buka lagi oleh Kejari Tanjungpinang
Kasus Bantuan Operasional Sekolah 850 juta di pakai untuk jalan jalan ke luar negeri, lagi di sidang
Kasus SPAM, WADUK, dan Dermaga Natuna belum tuntas
Kasus Kades di Anambas dua tersangka Kades dan Sekdes, bentar lagi di sidang di PN TIPIKOR Singgarang
Kasus DAK Kampung Bugis lagi full baket, begitu juga yang di Singgarang masih proses
Kasus jual beli tanah di Bintan, hal ini segera di tuntaskan Hutan Lindung, Hutan Produksi, Pemanfaatan Hutan, dan 850 Ha, 145 Ha, 1500 Ha , 250 Ha Di Pulau Bintan segera tuntas, Menteri ATR BPN, Kanwil, dll
Kasus dana Media Humas Dan Infokom segera buka secara transparan di Kepri, Ansar Ahmad Gubernur segera buka terang benderang, puluhan milyar, begitu juga di Kab Kota buka semua di Web resmi, agar publik tahu mana Putih, Abu Abu, Hitam, bila ada Dugaan Korupsi tindak tegas.
Kasus pabrik ikan di Lingga, buka kotak pandora, kasus DJPL ratusan milyar segera buka oleh Kadis LH, Kadis ESDM, Bank mana di simpan duit itu.
Ketua Umum Koalisi Pers Kepri Syahban Siregar SH.
