36.000.000 Kg Daging Sapi Inpor
Pemerintah lewat Bulog inpor daging sapi 36 . 000.000 kg, hal ini untuk antisipasi kenaikan harga sapi di Indonesia, daging sapi di India dan Australia jauh lebih murah 60-90 ribu per kg, bila di Indonesia bisa capai 100-130 ribu per kg.
Budi Waseso Ka Bulog RI, beras juga ada inpor sebagian, beras Indonesia agak mahal, di Thailand lebih murah, Kol, Tomat, Cabe, beras, wortel dll.
Sebenarnya bisa tidak inpor bila Menhan RI Prabowo bilang ada 1 juta hektar di Kalimantan akan dan Fokus pertanian, namun belum, begitu juga di Sumatera Utara melimpah, namun bibit, pupuk sebagian tidak di bagikan oleh petani.
Kepri dari dulu inport bawang, wortel, beras dll, namun wajar, karena dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Harga BBM jauh lebih murah di Malaysia di bandingkan di Indonesia, Listrik mau naik, sembako sudah naik, minyak goreng naik, BBM naik, tentu pengusaha tak mau rugi, tetap konsumen yang di bebankan.
100 juta X 2000,- saja sudah banyak dia untung, sudah bisa dia tutupi ini dan itu, Warga dua tahun pandemi menjerit, lapangan kerja semakin sempit, duit sulit cari nya, ekonomi belum tumbuh, PPN 11 % Naik.
Kepala Daerah sebagian sibuk dua periode, sebagian mau pensiun tak mau pusing, yang penting aset nya aman tidak ada KPK RI tangkap, TPPU.
Anak anak nya sampai cicit nya aman, KKN makin menggurita, sudah tak tau mana putih hitam abu abu.
Bahkan yang benar, tauladan tersingkir, yang ngampuh, cari muka, angkat telor, setor dia aman, Pileg, Pilkada Calon Gubernur butuh 20-100 milyar tergantung jumlah pemilih, Bupati, Walikota calon harus siapkan 5-50 milyar, Caleg DPD, DPR butuh 1-10 milyar, Caleg DPRD Provinsi butuh 500 juta -3 milyar, Caleg DPRD Kab Kota butuh 200-1 milyar, tergantung, kedekatan, sudah di kenal, atau baru pemula dan Dapil nya berapa jumlah hak suara.
Pertanyaan nya bila jadi seperti apa nanti nya, apakah mau berjuang untuk rakyat banyak? Idealis? dll, itu pun harus jeli pandai cerdas gunakan dana itu, PJ ada 101 daerah, harus segera di siapkan Eselon I, II di Provinsi mampu dan bisa, di tunjuk jauh jauh hari oleh Mendagri pilih tiga nama tunjuk satu oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dari Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau. Juni 2022 sudah boleh kampanye, 14 Febuari 2024 Pemilihan Presiden dan Wapres, Nopember 2024 Pilkada Dan Pileg, APBN siapkan 101 Triliun. Semoga aman damai sejuk sehat sejahtera. Tergantung rakyat yang punya hak pilih, mau pilih yang mana?
