Dana 13 Milyar, 26 Milyar Humas dan Kominfo Menguap Di Kepri

Hasan Ka diskominfo Kepri segera buka secara transparan dana publikasi, media, mou dan galeri agar di ketahui publik, mana putih, abu abu dan hitam, mana yang sudah bayar pajak dll sehingga kelihatan, ada dugaan monopoli dan persekongkolan.

Ansar Ahmad Gubernur dukung langkah penegak hukum melakukan investigasi, sehingga ketahuan.

Selama ini tak tau siapa yang nikmati duit ini? Semoga terang benderang, KPK RI sudah melarang mou dll, cukup publikasi dan langganan.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aries Budiman sudah tetapkan tersangka 6 orang, dalam waktu dekat di tahan, kasus bansos digaan fiktif di Dispora Kepri.

Kajati Kepri Gerry Yasid SH MH dan jajaran nya sudah sita TPPU Narkoba 4,3 milyar Elen dan Siang Fuk Alias Nico

Kasus TPA Tanjung Uban juga sudah penyidikan, Dua Kadis PU PR, PERKIM sudah di periksa, 14 Puskesmas Bintan juga sudah ada tersangka nya.

Kasus Singgarang 34 milyar PT Ryantama Citra Karya Abadi tahun 2020 , telah banyak yang di periksa, kasus PT Bintan Inti Sukses Sei Jang 15.000 meter.

Kasus 51 milyar Perwako tidak ada, kasus 2,3 milyar seperti nya SP 3 , TPP Walikota.

Kasus Natuna sudah ada dua tersangka belum di tahan, kasus Kades di Bintan sudah di sidang.

Sugeng Riadi SH MH Adpidsus Kepri terus monitor, semoga cepat tuntas, Marlin Agustina Wagub dukung langkah hukum.

Pembangunan Pulau Penyengat sudah bagus, digital non tunai jadi contoh, fly over lagi pembangunan, babin lagi pembebasan lahan, BIN 9 milyar, Dirkrumsus 9 milyar, Brimob 9 milyar, STAIN 18 milyar, STISI POL 18 milyar, UMRAH juga lagi bangun, Kejari Bintan 4 milyar, Dekranasda 12 milyar, satu milyar untuk Pengadilan Negeri, pasar 68 milyar.

BPKP, BPK, KPK, Kejari, Kejari, Polda terus monitor duit rakyat ini jangan di korupsi, waspada sembako, BBM, minyak goreng dll kebutuhan pokok harus stabil, stok cukup, daging, telur, ayam jangan ada kenaikan harga di Kepri, peka peduli jujur amanah, tiket darat, laut, udara harga jangan ada kenaikan, Insya Allah rakyat bahagia, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *