Bandara Di Kepri Banyak, Akses Dan Tiket Mahal
Hanya Batam yang masih normal tiket, yang lain mahal, bahkan dari Tanjungpinang ke Ranai -Natuna atau ke Letung mahal bisa 1,5-2 juta sekali jalan.
Belum lagi akses atau rute Dabo Singkep, atau Karimun, RHF , Natuna, Letung belum banyak jalur di buka, mubajir bangunan puluhan milyar, namun akses nya tidak di buka seluasnya.
Wisman gencar di lakukan oleh Ansar Ahmad, namun sulit sebab WNA masih bertahan, mungkin karena duit lebih tidak ada, karena pandemi global, banyak juga terdampak, terpuruk ekonomi.
Lihat saja dari Malaysia hanya satu orang ke SBP, mungkin tiket PMI yang hendak pulang yang habis terjual.
Kadishub Kepri Junaidi dan hub kan kota dan DPRD, DPR segera jolok ke Menhub RI, agar bisa di buka rute penerbangan domestik ke Pulau Jawa dan Sumatera.
Di pastikan wisata domestik akan masuk, sepanjang di bawah satu juta tiket paling mahal.
Biaya perawatan dll lebih mahal, sebab tak seimbang dengan pemasukan yang ada dari tiket dan parkir pesawat, jam 14 sudah sepi. Hanya Batam yang ramai sampai malam hari dan harga standar.
Buka RO RO, Buka rute ke Singapura ke Ranai, atau Singapura ke RHF, atau Medan, Padang, Pekan baru ke RHF Pagi dan sore hari PP Pasti ramai bila tiket 500.000,-
Lihat Batam ke Jakarta harga 350.000,- sama sama satu jam, minyak pesawat dll sama habis nya. Bila 500.000,- x 150 orang, atau 2 juta x 40 orang di dalam pesawat.
Semoga Ansar Ahmad, Marlin Agustina Wagub, Jumaga, Riski, Dahlan, Raden dan DPR, DPD Dapil Kepri sama sama berjuang pasti bisa di kabulkan, kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau, bentar lagi ada lagi mau bangun bandara Busung Kab Bintan. Ego, legesi tapi kurang bermanfaat, ada lagi tepi laut 500 milyar mubajir belum di fungsikan.
