Proyek Di Diknas Kepri ,Di Duga Ada KKN

Proyek di dinas pendidikan Provinsi Kepri ada dugaan sudah di kondisikan lelang pemenang .

Pekerjaan pendahuluan ,pekerjaan pembongkaran ,pekerjaan tanah ,pekerjaan pondasi ,pekerjaan plat dll.

Keppres,Perda,Pergub,Harga borongan,Jumlah pelaksana ,Waktu,surat perintah mulai kerja ,pihak pertama dan kedua.

Masa pemeliharaan,harga borongan ,Prosedur,cara pembayaran ,pekerjaan tambahan ,pengaman tempat kerja ,laporan ,sanksi dan denda ,resiko ,pemutusan pekerjaan dan lain nya .

Pekerjaan ,nama proyek ,pekerjaan,borongan dan waktu pelaksanaan.

Dr Dali sebagai Kadis tentu kurang faham tentang tehnis ,bisa saja Kabid yang tau dan sangat faham tentang tehnis.

Proyek SMU.SMK semua di tangani oleh Diknas bahkan alat tulis kantor dll .Belum lagi mutu pengajar dan latihan guru SMA.SMK bahkan SLB juga di tangani oleh Diknas .

APBD di wajibkan 20 % dana pendidikan ,semua guru SMK.SMU.di tanggung oleh pihak diknas bahkan kalau mau Kuliah gratis harus ada rekom diknas .

Banyak PR yang menumpuk ,sudah banyak juga yang masuk penjara ketika itu ,akibat ketidak tahuan ,bukan orang tehnis ,latar belakang bukan ST .

45 DPRD lagi awasi buat perda dan anggaran 2022 ,sebab APBN sudah mulai masuk .

Sekolah swasta dan negeri semua SMU sederajat di bebankan oleh diknas .UMRAH dulu juga ada masalah ketika itu ,semoga jadi pelajaran .

Mestinya semua proyek fisik di serahkan ke PU PR atau Perkim .Sehingga fokus mengajar dan pelatihan dll.

Besi ada 9 mm ada 12 mm ada singapura punya ada Indonesia harga beda beda ,ada rangka baja ringan juga beda harga nya ,maka sering ada sekolah roboh dll .

RAB yang di teken bermaterai wajib di penuhi bukan sekedar asal jadi atau siap ,tahun depan rehab lagi ,cat juga beda beda harga nya .

Belum lagi semen campuran dengan pasir dll ,Kajati Kepri Hari Setiyono SH MH Dan Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman dkk sudah endus ,semoga investigasi menyeluruh .

Mubajir duit rakyat APBD setiap tahun bongkar pasang dll .Padahal PPK .KPA Dan Konsultan maupun Direktur wajib patuh ,sanksi sudah jelas .

Tidak ada alasan di ubah ubah RAB ,terkecuali adendum .Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau minta agar ini di patuhi oleh pihak Diknas dll.

Tidak ada terima FEE tidak boleh KKN ,tidak boleh merubah speksifikasi tehnis .Semua sudah di anggarkan ,bahkan Kadis dan Kabid juga sudah ada di dalam itu ?penawaran 23 %, di tambah rente 10 %,di tambah PPN PPH 12,5 % ,belum lagi biaya kenakalan dll ,tinggal berapa persen yang terbangun ,Semoga Ansar Ahmad Gubernur dan Marlin Agustina Wagub serta OPD Dan DPRD pikirkan dampak nya ,apalagi di tengah pandemi global ,efesiensi efektif dan tepat sasaran ,semoga evaluasi menyeluruh ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *