Hari Pers Nasional ,Wartawan Harus Sejahtera

Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Febuari 2021 ,hal ini perlu Wartawan di Indonesia berbenah diri .

Evaluasi sejak era Soekarno,Soeharto ,Habibie,Gusdur,Megawati,SBY,Joko Widodo ,banyak perubahan yang signifikan.

Era tahun 1998 pers baru bebas dan bertanggung jawab ,namun ketika Habibie Lengser ,agak sedikit di kekang ketika era sekarang.

Hanya saja Wartawan ,dengan adanya IT yang canggih sekarang ini ,FB,WA,IG,ONELINE,lebih dulu cepat informasi yang di sajikan ,sehingga agak ketinggalan media cetak saat ini .

Sebab jam 21 baru di edit setelah jam 03 pagi baru cetak koran ,hingga menjadi banyak yang gulung tikar .Media oneline yang sekarang lebih cepat informasi nya.

Namun persoalan nya Wartawan kurang di hormati bahkan menjadi seleksi alam .Para penegak hukum kondisi era sekarang yang lebih berkibar .

Masyarakat agak sedikit kurang kepercayaan ,apakah benar atau hoaks yang di sajikan ke publik ,sehingga perlu di cek and ricek ke absahan nya ,lewat media elektronik tv dan youtube .

Namun seleksi alam terus ,sehingga mana yang baik ,mana yang tidak baik ,publik yang menilai .

Kepala Daerah juga agak sulit membendung ,kalau dulu satu pintu ,Humas ,sekarang sulit ,sebab warga sudah banyak informasi yang meluber .

Ibarat kran air tumpah ruah ,Joko Widodo sebagai Presiden RI sudah ada payung hukum ,bila tidak benar maka akan ada hak jawab dll.

Miris kita Wartawan banyak yang belum punya rumah dll ,mestinya Menteri PU PR bersama bank bumn siapkan rumah susun bagi Pers ,dengan angsuran yang terjangkau dan 20 tahun angsuran.

Sebagian Pemilik modal lebih sejahtera ,kedua Pemred , redaktur ,editor dan waratawan ada tingkatan ,senior junior .

Mampukah dewan pers dan Pemred se Indonesia dorong Pempus dan Pemda serta DPR Dan Menteri bangun koordinasi dengan insan pers yang ada di Indonesia .

Ketika ada masalah sudah ada dewan pers ,bukan ke ranah penegak hukum ,itu jalan terakhir .

Namun kita miris publik yang sering komentar ,ada yang tidak faham masuk ke ranah hukum ,bukan ahli nya ?

Wartawan harus banyak belajar tentang hukum dan menguasai masalah yang akan di tanyakan oleh nara sumber .

Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal LS Prabowo sudah bagus ,koordinasi ini terus berlanjut sampai ke tingkat yang paling bawah .

Kepri sudah ada gedung balai wartawan ,namun tidak berfungsi ,mubajir ,mestinya dorong H Ansar Ahmad SE MM Gubernur terpilih bangun tiga lantai bersama Rahma Wslikota dan Apri Sujadi .

Jangan ada ego sektoral ,bersatu majukan empat pilar yang ada ,insya allah bisa .

Kondisi saat ini covid agak sulit untuk melangkah jauh ,walaupun sudah ada vaksin ,tetap jaga jarak masker cuci tangan ,hindari berkerumun.

Sembako dan kesehatan bisnis yang agak sedikit menjanjikan ,yang lain agak sulit bangkit.Semoga Semua Ketum Partai bersatu bangun kepekaan kepedulian bersama DPR ,DPRD Prov Kab Kota Se Indonesia ,Ketua DPR RI Puan Maharani sudah dorong lewat APBN.

Rakyat butuh dengar lihat eksekusi ,pemangku kebijakan ,agar tidak ada lagi kegaduhan ,Pileg ,Pilkada ,Pilpres 2024 sudah di depan mata ,Jokowi dan Prabowo sudah menyatu ,semoga di daerah bisa bersatu semua pasti bangkit.

Jangan ada lagi ego sektoral ,saya aku yang ada kita semua bangkit .
Menteri Kominfo majukan Indonesia ,Dewan Pers jangan di persulit lagi media buat perijinan dll bersama KDH insya allah maju .
Dari :Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *