Ratusan Triliun Tak Tahu Kemana Duit Rakyat Di Kepri?

Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau mengatakan ada setiap tahun duit rakyat yang masuk ke Kepri, mulai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Prov, Kab Kota dan Dana Pengusaha keuntungan BUMN Dan swaata atau CSR

Untuk bayar gaji dll ada sekitar 10.000 ASN, PPPK dan Tunjangan Penghasilan Pegawai , Proyek yang di lelang dan di tunjuk atau istilah nya dia yang reses, bahas, anggaran dia juga yang gunakan POKIR DEWAN ini setiap tahun sekitar 1 Triliun habis untuk semenisasi, drainase dll, bahkan setiap tahun, setelah di kerjakan retak retak, hancur, tiga tahun kemudian itu ke itu juga yang di kerjakan, biasanya di PERKIM

Kurang produktif, tidak menghasilkan PAD Pendapatan asli daerah, setelah kondisi pusat repot transfer, akhirnya kalang kabut, pinjam bank riau kepri, di potong ketika ada masuk pajak dll

Untuk di SATU PULAU BINTAN UJUNG KE UJUNG LAUT SEKITAR 75 KM, ADA 3 KEPALA DAERAH, 100 DPRD, 150 OPD DLL

Bahkan perencanaan banyak copy paste, mau cari gampang, nyaman, mudah, bahkan fee dan lainnya

Bila fokus bangun Pujasera 5.000 lapak, bangun UMKM, Bangun Jalan desa, Kelurahan, buka akses darat laut udara, tiket murah, ijin dll gratiskan cepat tuntas, beli lahan warga untuk investor, pengusaha tinggal bawa duit dan KTP aja , satu jam tuntas

SEMINAR, LOKAKARYA, FGD, BIMTEK DI HAPUS OLEH PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO, sekarang fokus bangun gudang, pendingin, koperasi desa, pupuk, sembako, petani, nelayan, ekspor inpor, unggul.

Di Singapura ekspor di permudah, kita mau ekspor banyak urusan mulai : RT, RW, LURAH, KADES, CAMAT,DINAS TERKAIT , BELUM LAGI BEA CUKAI, KARANTINA, KPLP, TNI,POLRI, KAB KOTA DAN PROVINSI habis waktu. Mestinya semua yang berkepentingan, kewenangan teken semua, satu lembar cukup, sehingga bila ada pemeriksaan ini, tunjukan. Agar Presiden ke luar negeri capek capek, tapi di dalam ribet.

Pihak bank juga sering persulit, bentar lagi karyawan PHK, karena sudah canggih IT, DANA, DLL Banyak pilihan

Pemerintah kurang fokus, kondisi saat ini katanya naik ekonomi di atas kertas di lapangan Lihat : RUMAH RIBUAN MAU DI JUAL MURAH TAK LAKU, TANAH DI JUAL TAK LAKU, PABRIK MAU DI JUAL, MOTOR, MOBIL RIBUAN MAU DI JUAL, SULIT ANJLOK, mau sambung hidup saja sulit untuk makan sehari hari.

Kecelakaan di mana mana, bunuh diri, cerai, gantung diri, kelaparan. Ayo Presiden coba MENTERI, WAMEN, DIRJEN, DIRUT TURUN KELAPANGAN, BUKAN POWER POIN

LIHAT DIALOG EKSEKUSI. Kepala Daerah kembalikan modal dll, sudah sulit mau jumpa, bahkan jaga imet dll

Bila di AUDIT INVESTIGASI PASTI KETAHUAN. Katanya anjlok, tapi pejabat beli mobil mewah, rumah, tanah dll, lihat di dialer, mungkin TNI, POLRI, ASN yang golongan III C Keatas yang nikmati. Atau Kapten dan AKP.

Batam satu Kepala daerah maju tumbuh makmur, pabrik banyak dll. Semoga ada yang kontrol awasi, agar Presiden Telpon lamgsung kepala daerah, Forkopinda biar di awasi kontrol tak becus COPOT atau Kejaksaan masuk, jeruji besi, miskinkan

KAJATI, KAJARI, KOORDINATOR BARU DI KEPRI, SEMANGAT BARU.

Ayo proyek yang masalah segera audit investigasi : Proyek pembebasan lahan jembatan batam ke bintan 60 milyar, tanah siapa, Proyek Pelabuhan Dompak, Moco dan Jembatan Sei Carang. Tukar guling RRI batu 2 ke km 36 , Kacapuri, Yayasan setiap tahun dapat hibah, mou, proposal, dana media, audit sita dokumen nya.

Bantuan dari Bank Indonesia di Bintan Timur tak jelas, hancur roboh tak bertuan, belum lagi di Teluk Bintan banyak proyek pertanian masalah, jadi pundi pundi. Bibit, pupuk, subsidi dll. Banyak pertanian beli sendiri, alat di beli tak tahu kemana semua. Hilang tak berbekas. Proyek lampu dompak, sudah banyal yang roboh. Gedung banyak tak di fungsikan.

Bila 20.000 TNI, POLRI, ASN, PPPK satu pulau bintan di kerahkan, gotong royong, beli cat, cangkul, alat berat dll pasti mulus dari gedung daerah sampai ke Tanjung uban, setiap jumat, sabtu pasti bagus, pasti indah, kasih insentif warga dan makan minum. Sebab POKIR DEWAN 200 juta ke bawah tak jelas, fee, pajak, keuntungan CV, keuntungan bahan bangunan, mandor dll habis, yang ada mungkin 100 juta di lapangan, semoga

PENULIS : SYAHBAN SIREGAR SH WAKA BAWASLU KEPRI 2002,WAKA BNPT KEPRI 6 TAHUN, WARTAWAN DI KEPRI 38 TAHUN, ayo segera…… Niat tulus iklas jujur tegas pasti bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *