RO RO 24 Jam Batam Ke Bintan Pasti Maju, PR Buat Gubernur Baru?
Pengusaha swasta yang ada di Kepri bila di ajak, ijin dll di permudah pasti mampu dan bisa siapkan tongkang besar, muat mobil bisa 100 unit
Hal ini biar tumbuh maju, duit APBD banyak, ada 3 kepala daerah di bintan, belum lagi kota batam, hal ini perlu di jolok ke Menhub Budi Karya atau Dishub 4 wilayah dan DPR Dapil Kepri
Sekali jalan hanya 100.000 sudah untung per satu unit mobil roda empat, motor 20.000 sekarang ini cukup mahal 257.000 sekali jalan, hanya 20 menit sudah sampai
Niat nya aja tak ada, bila tulus iklas pasti bisa, subsidi BBM nya. Tidak hanya ASDP, pihak swasta mestinya bersaing
Secara otomatis kan lintas barat ramai, warga bisa hilir mudik, dan buka semua akses darat, laut dan udara, semoga PRABOWO- GIBRAN
Bahkan keluar dari tanjung Uban tangkap, keluar dari singgarang tangkap, keluar dari PT BAI galang batang tangkap, sehingga tidak baik, kucing kucingan, lebih baik bebaskan semua Se Kepri, tidak seperti sekarang KEK
Undang 18 Jenderal bertugas di Kepri, semua Kanwil, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, hal ini biar satu misi visi, semoga Joko Widodo
Dulu semua bongkar muat di pelantar atau di Rimba Jaya, sekarang sepi, pengusaha kabur ke Batam, Surabaya dll
Undang dialog semua, Ansar Ahmad Gubernur tak pernah rapat bersama, undang toga, tomas,todat , dan pengusaha yang ada di Kepri
Bahkan di pelabuhan semua punya hak, ada Karantina, Bea Cukai, POM TNI dan lainnya
Bahkan Kadishub sering razia ODOL, over kapasitas dan lainnya, BBM juga agak sulit di Kepri
Buka pabrik di singgarang, lintas barat dll, agar tumbuh maju makmur. PR Buat kepala daerah yang baru. Rakyat butuh sembako stabil harga, lapangan kerja banyak, hiburan dll semua ada, agar berkurang kriminal dan warga tak terlalu berharap pada APBN, APBD, CSR
Kita lihat saja bansos, hibah, mou, dana media ada ratusan milyar tak tahu kemana, bila di audit investigasi seminggu ketahuan ini oleh Kajati Teguh Subroto SH MH, Kapolda Irjen Pol Yan Fitri dan tim
Belum lagi proyek tunjuk langsung 200 juta ke bawah tak tahu siapa yang nikmati, ada ribuan paket, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau.
