Macam Bentuk Caleg Di Kepri, Cerita Di Kedai Kopi?

Ada yang sudah pupuk lima tahun, ternyata ketika -H 5 berubah suaranya, sungguh ngeri juga, apa yang tak di kasih sama beliau

Ada yang -H 7 Hari saja dia gerak, sehingga suara bagus, dor to dor tidak pakai tim ses dan calo, langsung dia eksekusi

Ada kasih jilbab, sarung, kalender dll ada yang kasih infrastruktur, semenisasi, jalan dan lainnya, ada yang kasih macam macam lewat dana reses pokir di Dewan

Ada lewat koperasi, ada lewat bentuk hiburan, ada lewat perkumpulan ada lewat sosialisasi di setiap desa, kelurahan

Ada lewat etnis dan agama dia bangun emosional, ada yang gunakan pejabat, dia yang suarakan, ada yang lewat penjualan, model MLM ada yang kasih duit 100.000-1 juta lewat satu Komando

Ada lewat saksi saksi, sehingga dia tak perlu datangi, cukup di kantor, ada yang buat kegiatan terus

Namun NPWP yang agak efektif Nomor Piro Wani Piro, mau duduk mau tak duduk, mau kaya, mau apa saja tak peduli, yang penting satu hari ini saya tak kerja, apa untuk saya

Ada yang lewat monitor dari jarak jauh, dia terus vidio call, tapi yang efektif langsung tatap muka, ada buah tangan dll

Ya itulah demokrasi kita, perlu ada evaluasi, dan terus di ubah di perbaiki selama lima tahun.

Kalau negara maju, Calon di modali, karena rakyat nya sudah sejahtera. Yang penting cerdas pintar dan mau dialog, sehingga terpilih rakyat yang atur dia

Kalau model 300 juta sampai 3 milyar habis, ya tutup pintu, rumah pasang CCTV, rapat dan sibuk, balik modal dan macam macam, dia pun tak peduli lagi, semoga Mendagri, Menkeu, Menkopolhukam, DPR RI agar 2029-2033 di buat draf, regulasi yang bagus, agar tidak terjadi transaksional

Bila perlu Gubernur di pilih lewat DPRD, Bupati, Walikota lewat langsung, agar tidak terjadi benturan etnis, agama dll

Prabowo – Gibran agar fokus ekonomi, lapangan kerja, bangun pabrik, buka akses darat laut dan udara, kesehatan pendidikan gratis kan. Sembako di kuasai oleh negara, bukan di monopoli, bansos, hibah mou, dana Media, proposal data semua , minta di BKKAD, bila sudah dapat jangan kasih lagi, semoga Kata Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau Syahban Siregar SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *