Kajagung RI Prof ST Burhanuddin Dan Firli Bahuri, Korupsi Basmi?
Kejaksaan Agung RI dan tim telah proses kasus kasus yang merugikan negara, dan perekonomian
Kasus Kelapa Sawit 28.782.566.143
Kasus Waskita Beton 2.583.278.721.001
Crude Palm Oil atau CPO sebesar 6.047.645.700.521
Kasus Inport Baja, PT Krakatau Steel, Pabrik Blast 6.900.000.000.000
Pembiayaan Eksport sebesar 2.726.976.347.917
Pengadaan Pesawat sebesar 8.947.198.402.688
Sementara KPK RI Firli Bahuri diantara nya tim telah amankan orang dan barang, duit dll yakni
Kasus Pertahanan RI sebanyak 4 orang
Kasus Kemenkominfo RI sebesar 10 Triliun masih berkembang tersangka, terdakwa
Kasus 10 Pejabat DJKA Kemenhub RI sudah masuk sidang, bahkan Menhub di jadikan sebagai saksi
Energi Sumber Daya Mineral 10 Tersangka, lagi berkembang
Kemensos RI ada 1,56 milyar, 1,28 milyar, 1,95 milyar, saudara P Batubara sebesar 32,482 Milyar, tergantung Saksi, JPU, Hakim Tipikor dan petunjuk lainnya
Kasus Meranti Bupati M Adil banyak menyeret nama OPD, ada pemotongan 5-10 persen dan FEE Travel Umroh
Kasus perdagangan minyak goreng, ada mafia di situ, sedang di audit investigasi
Untuk Kejati, Kejari di daerah telah banyak kasus yang di dalami, begitu juga Polres, Polda, kasus kasus korupsi telah banyak di lik dik tut, ketok palu Hakim
APBN, APBD, CSR agak rawan tahun politik, Pilpres, Pileg, Pilkada Tahun 2024
Banyak cela, banyak kewenangan, banyak lubang lubang sempit, gang dan lain nya, dalam arti luas, bahkan telah banyak yang masuk jeruji besi Kepala Daerah, OPD, dan lain nya, bahkan oknum Jenderal juga telah banyak yang masuk jeruji besi
Memang duit itu enak, apa yang Anda mau akan tercapai, istri anak dan keluarga, di anggap semua, harga diri besar dll
Begal di suruh tembak mati kata Bobby Nasution, akibat begal, mestinya Korupsi bila 1,2,3 orang yang di tembak 12 pas, mungkin takut berbuat korupsi, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau
Begal mungkin kurang tersalurkan, coba KDH, OPD, DPRD salurkan duit itu kuliner, umkm, kreatif dll, bank BUMN bantu pinjaman, angsuran 10-20 tahun lamanya, pasti tidak ada lagi krimum. Minimal berkurang, semoga Joko Widodo sebagai Presiden RI buat Keppres, duit yang di rampas di sita bangun rumah susun gratis, atau angsur 100.000 selama 30 tahun.
Tanah dan bahan di beli, patungan KDH, Kab Kota dan Provinsi, yang kerja warga sekitar gotong royong bersama TNI, POLRI, Insya Allah bagus, sehat sejahtera.
