Ansar Ahmad Segera Benahi Pulau Bintan

Khusus Batam sudah maju, sudah ada yang urus M Rudi Walikota dan Ka BP Batam, semoga Gubernur Ansar Ahmad fokus dulu Pulau Bintan

Apalagi sudah ada E- VOA dan bebas bisa kunjungan, agar sarana kuliner, umkm, kota baru lintas barat, pujasera terbesar di bangun di tepi laut, mubajir sudah di bangun 500 milyar, mestinya bangun yang menarik minat wisman dan domestik

Kesempatan emas, agar pulihkan segera, ciptakan Jalan merdeka buat seperti harganya sana dengan di Jakarta, sayang sudah bangun puluhan milyar

Begitu juga pelantar 1,2,3 beli alat bongkar muat yang canggih 300 ton bisa 1 jam bongkar

Di kijang dan batu 6 juga beli yang canggih alat bongkar muat nya. RO RO buka 24 jam Batam ke Bintan biar maju, Swasta dan Pelindo, sehingga bersaing, swasta sekali jalan 150.000 sudah untung bawa satu unit mobil 30 menit sampai, buka dua pelabuhan satu pintu masuk satu pintu keluar, ASDP sekarang 310.000 sekali jalan terlalu mahal

Tiket bandara RHF ke Medan, Pekanbaru, Padang buka pagi dan sore hari, sekali jalan 500.000 per orang pasti ramai, subsidi, ikat pinggang dulu 100 DPRD, OPD niat tulus iklas pasti bisa, mou dengan pesawat dan Hotel

Ibu kota provinsi kepri harus maju Tanjungpinang, kegiatan seremonial adakan di Tanjungpinang, buat pelatihan anak anak SMU yang tidak melanjutkan kuliah di Aula Dompak jam 16-23 malam, bisa tampung 2.000 orang, sabtu dan minggu bisa full time, tiga bulan bisa mandiri, modali bank BUMN, undang ahli nya dari UI, ITB, UGM

Pengusaha, pejabat, rakyat sering dialog di Gedung daerah, 3 KDH undang bersama Forkopinda pasti bagus, kata Syahban Siregar SH Waka BNPT Kepri 10 Tahun

Niat tulus iklas, ciptakan seperti era tahun 1980 an agar ramai maju, dulu produk kita yang di beli oleh Jakarta, sekarang terbalik

Lobam dan Lagoi sudah di bangun era Soeharto, ciptakan keramaian lagi, menggeliat lagi, murah meriah senyum sapa cepat tuntas, Lobam sudah banyak yang kabur industri

TIM KHUSUS 20 milyar, 15 juta x 18 x lima tahun, belum lagi Widyaswara terlalu banyak lebih baik di HAPUS, alihkan ke UMKM, dialog pelatihan dll, sementara sudah ada Staf Ahli, Asisten, Kadis, Kaban, Karo, Kabid dll

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *