Ansar Ahmad, Minta Agar Transparan Anggaran Media Dll
Yang nikmati selama ini tujuh kab kota se Kepri agar di buka seluruhnya, siapa saja, umumkan media nya biar ketahuan, sebab semua rekap ada di kantor Gubernur
Adapun tahun ini APBD Kepri yang sudah di lelang, ditunjuk atau di kerjakan sendiri beberapa item saya tampilkan
Paket unit ikan laut 403 juta, Gedung Lembaga Adat Melayu 6,6 milyar, belanja cetak SKPD 624 juta, jaring lobster 60 juta, kavling senjulung 106 juta, semenisasi kabil 106 juta
Jalan lingkungan RW 19 Batam 106 juta, gorong gorong 106 juta, fasum kavling kabil 106 juta, pengadaan rumpon 69 juta
Pendederan ikan laut 403 juta, jalan lingkar di Natuna 999 juta, cagar budaya di pulau penyengat 6 milyar, ruas jalan musai lingga 2 milyar
Laboratorium fisika UMRAH Negeri 2,6 milyar, alat lab fisika dasar 2,6 milyar, pengadaan alat tangkap DKP 1,7 milyar
Pokja segera di rombak enam bulan sekali, agar di ketahui publik, Kasek setahun sekali di rombak, OPD enam bulan mau pensiun segera di ganti, yang sudah mengabdi 30 tahun tak perlu lagi widyasuara.
Wabup bintan, sekda bintan, puluhan kades segera di pilih dan di lantik tidak perlu banyak Plt
Fly over 60 milyar, Jl merdeka 10 milyar, bandara RHF Jalan 40 milyar.
Humas dan infokom di larang keras mou, cukup langganan dan publikasi, sebab oneline, youtube, ig, tw, fb, dll sudah gratis, semoga Ansar Ahmad Gubernur, Wagub Marlin Agustina, Sekda Adi Prihantara, CV berikan kerjaan, tunjuk 100 juta, bila di pecah bisa 1000 paket, satu CV bisa hidupkan 20 orang.
Presiden RI Joko Widodo fokus ekonomi dan cipta lapangan kerja, tidak ada lagi monopoli, jangan ada serakah tamak rakus. Harus berbagi, agar hidup tumbuh maju sehat bersama, dua tahun pandemi hancur, ijin dll gratiskan semua, biar swasta tumbuh, bila sudah maju bersama, tidak berharap warga pada APBD, APBN yang masuk ke Kepri. Vertikal daerah tidak boleh lagi minta paket pembangunan, sebab APBN sudah ada.
Rakyat sedang lapar, ayo sadarlah, tahan diri dulu, pejabat pusat ke daerah juga sudah ada SPPD, uang jalan dll tidak perlu lagi di servis, semoga fokus ekonomi rakyat, bank BUMN bantu kredit lunak, lihat dengar, ada usaha bantu, jangan ada lagi jaminan ini dan itu, kuncinya pengawasan, Kata Syahban Siregar SH Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau.
Bila sudah stabil ekonomi rakyat baru, mau buat apa saja terserah lah, yang penting fasum dll. KDH Tujuh kab kota se Kepri sering sering dialog dengan pengusaha, buruh, nelayan dll, datangi ke lokasi pasti ketahuan, bukan asal bapak senang, atau cari muka angkat telor, semoga jangan ngampuh? Buka mata hati telinga, eksekusi langsung.
